Penertiban PKL dan Iklan Rokok Kota Padang Panjang

PADANG PANJANG – Dinas Satpol-PP dan Damkar Kota Padangpanjang, Rabu (17/5) kembali menertibkan lapak pedagang yang berada di trotoar dan pinggir jalan yang menghambat kelancaran lalu lintas di Kota Padangpanjang, meskipun sudah beberapakali diberi peringatan, namun masih ada saja pedagang yang membandel dengan tetap berjualan di tempat-tempat yang telah dilarang tersebut.

“Kita sudah beberapakali memberikan peringatan agar pedagang tidak berjualan ditempat yang sudah dilarang. Para pedagang tersebut juga telah berjanji akan membongkar pasang tenda yang digunakan untuk berjualan. Namun tendanya masih tetap dibiarkan terpasang walau tidak berjualan dan terjaring.” kata Kasi Operasi Satpol PP Damkar Musben Zakir.

Musben mengatakan, beberapa pedagang saat dilakukan penertiban beberepa waktu lalu, sudah menyepakati bahwa gerobak dan tenda yang digunakan pedagang, hanya akan digunakan saat berjualan dan kembali dibawa pulang setelah mereka selesai berjualan. Apabila gerobak dan tenda ditinggalkan akan diberi surat teguran dan peringatan, dan jika masih tetap tidak dipindahkan, gerobak dan tenda mereka akan dibongkar dan diamankan di Mako Satpol-PP.

Kabid Trantibum dan Penegakan Perda Joni Aldo menyatakan tindakan penertiban ini dilakukan untuk menjaga ketertiban pedagang demi Kota Padang Panjang sebagai kota yang nyaman bagi warga kota dan wisatawan yang datang berkunjung. Terutama penggunaan trotoar bahkan ruas jalan sebagai tempat membuka lapak dagangan tentunya dapat mengganggu ketertiban publik.

Selain penertiban PKL, tampak juga kegiatan sosialisasi dan penertiban iklan rokok. Joni Aldo menjelaskan Padangpanjang memang telah melarang segala bentuk promosi rokok semejak 2008 lalu. Dan sekarang diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2014 mengenai Kawasan Tanpa Rokok dan Larangan Promosi Rokok. Dalam Perda tersebut melarang segala bentuk promosi dan iklan rokok di kawasan kota Padangpanjang baik itu dalam bentuk stiker, banner dan spanduk rokok.

Sosialisasi dan penertiban dilakukan agar pedagang dan warga Kota Padangpanjang sadar bahwa promosi dan mengiklankan rokok termasuk pelanggaran Perda. Tidak ada larangan menjual dan mengonsumsi rokok, Perda ini bertujuan agar Padangpanjang menjadi kota yang tertib rokok.(Humas/yg)